Posted by : Arul Friday, August 23, 2019

Pagi itu sekitar jam 06.30 WIB semua santri Bayt Al Hikmah, baik SMP,  SMK dan SMA bersiap-siap menuju lapangan utama. Beberapa guru dan karyawan juga sudah bersiap-siap menuju tempat upacara yang telah dipersiapkan oleh panitia. 
Setelah segala persiapan upacara dirasa cukup maka dimulailah upacara 17 Agustus 2019 yang bertepatan jatuh pada hari Sabtu. Nampak inspektur upacara pada pagi itu, yakni Gus H. M. Nailur Rahman,  S. IP sudah bersiap menuju podium inspektur upacara. 


Ada hal yang berbeda terkait pelaksanaan upacara kali ini,  yaitu variasi petugas pengibar bendera. Mereka masuk menuju dua arah, yaitu dari arah kanan dan kiri. Mereka ketemu di titik tengah membentuk formasi yang apik dan kompak hingga berkibarlah sang saka merah putih di angkasa Pesantren Bayt Al Hikmah. 
Selain itu, suasana upacara semakin menggelora dengan pesan yang disampaikan oleh inspektur upacara. Dengan nada lantang beliau menyampaikan bahwa "Banyak yang belajar ke luar negeri, pulang menjadi lupa dengan ke-Indonesia-annya. Bahkan ada yang tidak belajar ke luar negeri juga tidak cinta pada tanah airnya".  Pancasila sebagai dasar negara Indonesia ini sudah final sebagai pemersatu bangsa yang majemuk. Jangan biarkan ada yang pihak yang memodifikasinya. NKRI sudah Syar'i, tidak perlu dimodifikasi lagi! NKRI harga Mati!


Di akhir amanat yang beliau sampaikan, ada 3 hal yang dipesankan khusus untuk seluruh santri agar bisa menjadi pejuang masa kini, yaitu:
1. Tangguh
Santri harus berani menghadapi setiap permasalahan yang ada di pondok (tidak cengeng). Berbagai masalah yang ada di pondok akan menjadikan santri lebih tangguh, tidak mudah menyerah dalam kondisi apapun.
2. Sederhana
Seorang santri tidak boleh bangga dengan  kekayaan maupun jabatan orang tua. Santri harus bisa hidup sederhana, meninggalkan kebanggaan terhadap nasab dan lebih membanggakan prestasi daripada sekedar gengsi. 
3. Cinta ilmu
Seorang santri harus haus akan ilmu pengetahuan dengan cara banyak belajar. Banyak belajar akan menjadikan santri banyak ilmu sebagai bekal yang cukup  dalam meneruskan perjuangan bangsa.
Itulah harapan beliau kepada seluruh santri Bayt Al Hikmah dalam rangka meneladani pejuang-pejuang kemerdekaan NKRI.
Akhirnya upacara selesai dan ditutup dengan pembagian hadiah lomba semarak 17 Agustus yang digelar sehari sebelumnya. Selain itu para santri juga menggelar unjuk kebolehan dihadapan teman-temannya melalui performa, diantaranya menyanyi, musikalisasi puisi dan koreografi membentuk tulisan Indonesia. Luar biasa kecintaan terhadap tanah air Indonesia yang ditunjukkan oleh santri. Sungguh tidak berlebihan jika semboyan "Bersama Santri Damailah Negeri" disematkan untuk santri Bayhi.

#Arul#

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © SMA BAYT AL-HIKMAH PASURUAN - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -